|
Unsur Batin
|
Unsur Fisik
|
|
1. Tema
|
1. Diksi
|
|
2. Suasana/ Rasa
|
2. Imaji
|
|
3. Nada
|
3. Majas
|
|
4, Amanat/ Makna
|
4. Kata Kongkret/ Lambang
|
|
|
5. Rima/ Irama
|
|
|
6. Tipografi
|
Sabtu, 09 Mei 2020
MATERI PUISI
Senin, 20 April 2020
MATERI DRAMA
B. Karakteristi Umum Drama
1) Tema adalah
gagasan yang menjalin struktur isi cerita. Tema jarang dituliskan secara
tersurat oleh pengarangnya. Untuk dapat merumuskan tema cerita fiksi, seorang
pembaca harus mengenali unsur-unsur intrinsik yang dipakai oleh pengarang untuk
mengembangkan cerita fiksinya.
2) Tokoh
merupakan pelaku pada sebuah cerita. Tokoh adalah individu rekaan yang
mengalami peristiwa dalam cerita. Jenis
tokoh ada 3, yaitu utama, sampingan, dan figuran.
3) Penokohan
(perwatakan) adalah cara pengarang dalam menggambarkan dan mengembangkan
karakter tokoh-tokoh dalam cerita. Metode yang digunakan untuk menetukan
karakter suatu tokoh ada 2 macam yaitu
sebagai berikut.
a. Metode analitik adalah metode yang digunakan untuk
menetukan karakter tokoh dengan cara memaparkan ataupun menyebutkan sifat tokoh
secara langsung, seperti baik hati, jahat, kejam, sabar, rajin, pemalas dan
lain-lain.
b.
Metode dramatik adalah suatu metode yang digunakan
untuk menetukan karakter tokoh dengan cara tidak langsung menggambarkan sifat
tokoh. Penggambaran tokoh dilakukan melalui, bentuk fisik tokoh, dialog
antartokoh, pandangan tokoh lain, tindakan tokoh.
4) Alur (Plot)
adalah cerita yang berisi urutan kejadian, tiap kejadian dihubungkan secara
sebab akibat, peristiwa satu disebabkan oleh peristiwa lain atau peristiwa satu
menyebabkan peristiwa lain. Dalam membuat alur atau plot penulis harus
memperhatikan karakter tokoh yang akan di ceritakan. Biasanya semakin baik
karakter tokoh maka semakin besar konflik yang akan timbul. Jenis laur ada 3,
yaitu alur maju (progresif), mundur (regresif), dan campuran.
5) Setting
atau latar adalah latar atau tempat kejadian, waktu kejadian sebuah cerita.
Setting bisa menunjukkan tempat, waktu, suasana batin, saat cerita itu terjadi.
6) Sudut
Pandang /Point of view adalah posisi pengarang dalam membawakan cerita. Posisi
pengarag terdiri atas dua macam, yaitu berperan langsung sebagai orang pertama yang
berperan sebagai tokoh utama atau tokoh sampingan. Sudut pandang orang ketiga
yang berperan sebagai serba tahu atau pengamat.
7) Gaya bahasa
dalam karya sastra mempunyai fungsi ganda yaitu sebagai alat penyampaian maksud
pengarang dan sebagai penyampaai perasaan. Artinya, melalui karya sastra
seorang pengarang bukan hanya sekedar bermaksud memberitahukan kepada pembaca
mengenai apa yang dilakukan dan dialami tokoh dalam ceritanya, melainkan bermaksud
pula untuk mengajak pembacanya untuk ikut merasakan apa yang dilakukan oleh
tokoh cerita.
8) Amanat dan pesan merupakan ajaran moral atau pesan didaktis yang hendak disampaikan oleh pengarang kepada pembaca melalui karyanya. Pesan bisa berupa harapan, nasehat, dan sebagainya. Pesan merupakan hal penting dalam sebuah cerpen, karena dengan pesan yang baik pengarang dapat menyajikan cerita yang baik sehingga tokoh-tokoh dalam ceritanyapun dapat diteladani.
H. Unsur Ekstrinsik Drama
1) Latar
belakang cerita/ masyarakat merupakan unsur yang mempengaruhi cerpen berupa
faktor-faktor di dalam lingkungan masyarakat di mana penulis berada sehingga
berpengaruh terhadap penulis itu sendiri. (agama, ekonomi, sosial, budaya,
politik, dan lain-lain)
2) Latar
belakang penulis adalah faktor-faktor yang terdapat dari dalam diri pengarang
itu sendiri yang memotivasi atau mempengaruhi penulis dalam menulis sebuah
cerpen. (agama, ekonomi, sosial, budaya, politik, dan lain-lain)
3) Nilai-nilai
a. Nilai
moral/ etika, yaitu nilai yang berkaitan dengan akhlak/budi pekerti/susila atau
baik buruk tingkah laku.
b. Nilai
sosial/ kemasyarakatan, yaitu nilai yang berkaitan hubungan sosial yang berada
di dalam masyarakat.
c. Nilai
budaya, yaitu nilai yang berkaitan dengan adat istiadat/ kebiasaan khas.
d. Nilai
religius/ keagamaan, yaitu nilai yang berkaitan dengan tuntutan beragama.
e. Nilai
pendidikan/edukasi, yaitu nilai yang berkaitan dengan pengubahan tingkah laku
dari baik ke buruk(pengajaran).
f. Nilai estetis/keindahan,
yaitu nilai yang berkaitan dengan hal-hal yang menarik/ menyenangkan (gaya
bahasa/ idiom/ peribahasa/ majas).
g. Nilai
politis, yaitu nilai yang berkaitan dengan pemerintahan.
Jumat, 19 April 2019
COHTOH BIOGRAFI : BIOGRAFI BILL GATES
CONTOH BIOGRAFI : BIOGRAFI K.H. ABDURRAHMAN WAHID
CONTOH TEKS RAGAM BAHASA 1. Teks 1 Pada kesempatan yang baik ini marilah kita panjatkan puji syukur kepada Tuhan atas rahmat...
-
RAGAM BAHASA INDONESIA A. Hakikat Ragam Bahasa Dalam kehidupan, kita tidak terlepas dari hal yang bernama bahasa karena bahasa merupakan al...
-
CONTOH TEKS RAGAM BAHASA 1. Teks 1 Pada kesempatan yang baik ini marilah kita panjatkan puji syukur kepada Tuhan atas rahmat...
-
MAHMAKAH Karya Asrul Sani Dalam ruangan ini tidak ada perbedaan antara malam dan siang. Biarpun di kamar tidur Bahri hari sudah ma...



