Sabtu, 09 Mei 2020

MATERI PUISI


MATERI PUISI


A.    PENGERTIAN PUISI
Puisi adalah karya sastra berisi ungkapan perasaan penyair yang mengandung banyak makna yang terikat diksi, rima, irama, larik, dan bait. Puisi mengungkapkan pikiran dan perasaan penyair secara imajinatif dan disusun dalam mengonsentrasikan kekuatan bahasa dengan struktur fisik dan struktur batinnya. Puisi mengutamakan bunyi, bentuk dan makna yang mendalam dengan memadatkan segala unsur bahasa.

B.    UNSUR PUISI
Puisi mempunyai dua unsur, yaitu unsur batin dan fisik.
Unsur Batin
Unsur Fisik
1. Tema
1. Diksi
2. Suasana/ Rasa
2. Imaji
3. Nada
3. Majas
4, Amanat/ Makna
4. Kata Kongkret/ Lambang

5. Rima/ Irama

6. Tipografi

Keterangan:
1.   Tema (sense) yaitu makna/ isi yang tersirat yang ingin disampikan penulis kepada pembaca/ pendengar. Maka puisi harus bermakna, baik makna tiap kata, baris, bait, maupun makna keseluruhan.
2.   Suasana/ Rasa (feeling) yaitu sikap penyair terhadap pokok permasalahan yang terdapat dalam puisinya. Pengungkapan tema dan rasa erat kaitannya dengan latar belakang sosial dan psikologi penyair, misalnya latar belakang pendidikan, agama, jenis kelamin, kelas sosial, kedudukan dalam masyarakat, usia, pengalaman sosiologis dan psikologis, dan pengetahuan.
3.   Nada (tone) yaitu sikap penyair terhadap pembacanya. Nada juga berhubungan dengan tema dan rasa. Penyair dapat menyampaikan tema dengan nada menggurui, mendikte, bekerja sama dengan pembaca untuk memecahkan masalah, menyerahkan masalah begitu saja kepada pembaca, dengan nada sombong, menganggap bodoh dan rendah pembaca, dan lain-lain.
4.   Amanat (Intention) yaitu pesan yang ingin disampaikan penyair kepada pembaca
5.   Diksi adalah pemilihat kata yang digunakan oleh sang penyair di dalam puisinya. Pemilihan kata dilakukan dengan mempertimbangkan kesesuaian makna, irama, nada, dan estetika (keindahan bahasa).
6.   Imaji/ citraan yaitu kata-kata yang memiliki makna penggunaan indra manusia, seperti imaji penglihatan, pendengaran, perabaan/ perasaan, penciuman dan pergerakan. Penggunaan imaji bertujuan agar pembaca maupun pendengar dapat berimajinasi atau membayangkan bahkan merasakan apa yang dirasakan oleh penyair.
7.   Majas yaitu bahasa figuratif seolah olah menghidupkan  dan menimbulkan makna konotasi/ kiasan. Majas dalam puisi seperti majas asosiasi, metafora, simile, paradoks dan personifikasi, paralelisme, dan lain-lain.
8.   Kata konkret/ lambang adalah kata yang dapat ditangkap dengan indra yang memungkinkan munculnya makna kiasan. Misalnya kata konkret “salju” melambangkan kebekuan cinta, kehampaan hidup. Kata “rawa-rawa” dapat melambangkan tempat kotor, tempat hidup, bumi, kehidupan.
9.   Irama/ Rima yaitu persamaan bunyi di awal, tengah maupun akhir larik dalam bait puisi.
10.  Tipografi yaitu bentuk puisi yang dipenuhi dengan kata di tepi kiri, tengah atau kanan, dan tidak memiliki pengaturan jumlah baris atau bait.

C.    JENIS-JENIS PUISI 
Puisi dibagi menjadi dua jenis, yaitu puisi lama dan puisi baru.
1)      Puisi Lama
Puisi lama memiliki beberapa ciri-ciri sebagai berikut.
a.    Nama pengarang puisi biasanya tidak diketahui.
b.   Terikat berbagai peraturan seperti rima, irama, baris dan bait.
c.    Disebut sastra lisan karena penyampaiannya dari mulut ke mulut.
d.   Berisi tentang kerajaan dan fantastis.
e.  Majas yang digunakan tetap dan klise

Selain itu, puisi lama terdapat beberapa jenis-jenis di antaranya sebagai berikut.
a.    Pantun merupakan puisi lama yang bersajak a-b-a-b. Dalam setiap baitnya terdiri dari 4 baris. Tiap barisnya terdiri dari 8-12 suku kata. Baris 1-2 berisi sampiran. Sedangkan baris 3-4 berisi isi.
b.   Syair merupakan karya sastra lama yang berasal dari arab. Tiap baitnya berisi 4 baris. Sajaknya adalah a-a-a-a. Syair biasanya berisi tentang nasihat atau cerita.
c.    Mantra merupakan suatu ucapan-ucapan yang dinilai memiliki kekuatan gaib.
d.   Talibun merupakan pantun genap yang di setiap baitnya terdiri dari 6,8 atau 10 baris.
e. Seloka merupakan puisi Melayu klasik yang berisi perumpamaan ataupun pepatah yang mengandung sindiran, ejekan dan senda gurau. Biasanya seloka biasanya ditulis dalam 4 baris. Namun, ada juga yang menulis lebih dari 4 baris.
f. Gurindam adalah puisi lama yang tiap baitnya berisi 2 baris. Biasanya, bersajak a-a-a-a. Gurindam kebanyakan berisi tentang nasihat.
g.   Karmina merupakan puisi lama yang berbentuk pantun kilat karena isinya sangat pendek.

2) Puisi Baru
Puisi baru memiliki beberapa ciri-ciri sebagai berikut.
a. Nama pengarang puisi banyak diketahui.
b. Tidak terikat peraturan seperti rima, irama, baris dan bait.
c. Penyampaiannya melalui lisan serta tulisan.
d. Berisi tentang kehidupan-kehidupan.
e. Majas berubah-ubah atau dinamis.
f. Berbentuk rapi dan simetris.
g. Persajakan akhir biasanya teratur.

Selain itu, puisi baru terdapat beberapa jenis-jenis di antaranya sebagai berikut.
a. Balada merupakan puisi baru yang berisi tentang kisah atau cerita. Terdiri dari 3 bait yang      setiap bait berisi 8 baris dengan rima a-b-a-b-b-c-c-b. Lalu rima tersebut kemudian akan berubah menjadi a-b-a-b-b-c-b-c. Larik terakhir dalam bait pertama digunakan sebagai refrain dalam bait-bait berikutnya.
b. Himne adalah puisi baru yang berisi tentang pemujaan terhadap Tuhan, tanah air dan pahlawan-pahlawan dan dianggap penting dan sakral. 
c. Romansa ialah puisi yang berisi luapan perasaan sang penyair tentang cinta kasih. Puisi ini umumnya menimbulkan efek romantisme.
d. Ode adalah puisi baru yang berisi tentang sanjungan untuk seseorang yang berjasa. Gaya dan nada dari puisi jenis ini sangat resmi. Biasanya membahas sesuatu yang mulia, bernada anggun dan bersifat menyanjung terhadap pribadi atau peristiwa tertentu.
e. Epigram. Epigram adalah puisi baru yang berisi tentang ajaran hidup dan tuntunan-tuntunan. Puisi ini juga berarti unsur pengajaran, ikhtibar, nasihat yang membawa ke jalan kebenaran dan ada unsur teladannya.
f. Satire merupakan puisi baru yang berisi kritik dan sindiran-sindiran yang ditujukan kepada seseorang atau sesuatu.
g. Alegi sendiri adalah puisi yang berisi kesedihan dan berupa tangisan ataupun ratapan. Puisi ini biasanya mengungkapkan suatu rasa duka dan keluh kesah karena kematian atau kepergian dari seseorang.


D.    PROSEDUR MEMBUAT PUISI
1.   Tentukan Tema atau Judul
Dalam menentukan tema, pilihlah tema yang menarik dan sesuai dengan topik yang diinginkan atau berkembang di masyarakat. Jika sudah menentukan tema, kemudian tentukan judulnya. Kunci memilih judul adalah jangan keluar dari tema yang Anda pilih. Judul jangan terlalu panjang, namun mewakili puisi yang akan Anda sampaikan.
2.   Menentukan Kata Kunci
Setelah sudah menentukan tema dan judul, langkah selanjutnya adalah menentukan kata kunci akan dikembangkan menjadi kalimat. Misalnya satu kata kunci yang digunakan untuk satu larik, atau satu kata kunci untuk membuat satu bait.
3.   Menggunakan Majas (Gaya Bahasa)
Gaya bahasa akan memperindah puisi itu sendiri. Anda bisa menggunakan berbagai macam majas agar pembaca, atau pendengar tidak bosan membacanya. Namun, harus digarisbawahi jika penempatan diksi, atau gaya bahasa yang tidak tepat akan mengurangi bahkan menghilangkan makna dari isi yang terkandung di dalamnya.
4.   Kembangkan Puisi Semenarik Mungkin
Selanjutnya mengembangkan kata kunci menjadi kalimat-kalimat indah yang mewakili perasaan Anda. Pilihlah kata yang padat dan sarat makna di dalamnya. Tiga hal yang berkaitan dengan kata dan larik dalam puisi, yaitu: Kata adalah satuan rangkaian bunyi yang ritmis, indah dan merdu. Makna kata yang mengandung banyak tafsir. Mengandung imajinasi mendalam tentang hal yang dibicarakan.

E.    UNSUR MEMBACA PUISI
1.   Ekspresi, mimik muka dan penjiwaan puisi.
2.   Artikulasi atau kejelasan dan ketepatan pelafalan kata.
3.   Irama panjang pendek, tinggi rendah, keras lembutnya suara.
4.   Intonasi atau penekanan tinggi rendah kata.
5.   Kinesik atau gerakan tubuh yang sesuai dengan puisi yang dibawakan.


Senin, 20 April 2020

MATERI DRAMA


MATERI DRAMA




A. Pengertian Drama
Drama adalah karya sastra berbentuk dialog yang menceritakan kehidupan dan sifat manusia yang dipentaskan. Drama biasanya dipentaskan oleh para tokohnya di atas panggung. Drama dibuat sedemikian rupa sehingga nantinya dapat dipentaskan untuk dapat dinikmati oleh penonton. Drama memerlukan kualitas komunikasi, situasi dan aksi. Kualitas tersebut dapat dilihat dari bagaimana sebuah konflik atau masalah dapat disajikan secara utuh dan dalam pada sebuah pementasan drama

 B. Karakteristi Umum Drama
1.    Cerita drama mencerikan kehidupan dan sifat manusia.
2.    Cerita drama berbentuk dialog (wawancang).
3.    Penulisan dialog pada drama tidak menggunakan tanda petik.
4.   Naskah drama dilengkapi dengan petunjuk tertentu yang harus dilakukan oleh tokoh pemerannya (kramagung).
5.    Naskah drama harus dipentaskan.

C.    Jenis-jenis Drama

Berikut beberapa jenis drama berdasarkan penyajian kisah drama, yaitu :
1.    Tragedi, yaitu drama yang memiliki alur cerita kesedihan.
2.    Komedi, yaitu drama yang memiliki alur cerita tentang kelucuan para tokoh.
3.    Tragekomedi, yaitu drama yang dipadukan antara drama tragedi dan komedi.
4.    Opera, yaitu drama yang dilakukan dengan cara dinyanyikan sembari diiringi dengan musik.
5.    Melodrama, yaitu drama yang dilakukan ketika berdialog sembari diiringi musik.
6.  Farce, yaitu drama yang berupa dagelan, tetapi tidak keseluruhan adegan dalam farce sama dengan dagelan.
7. Tablo, yaitu drama yang menampilkan kisa dengan sikap dan posisi pemain, dibantu oleh pencerita. Pemain-pemain tablo tidak berdialog.
8.    Sendratari, yaitu perpaduan antara drama dengan seni tari.
9.    Pantomim, yaitu drama yang dipentaskan hanya dengan gerakan saja tanpa adanya dialog.
10.  Minikata, yaitu drama yang dipentaskan dengan sedikit kata.


D.    Istilah-istilah dalam Drama
1.    Sutradara  adalah  orang yang memberi pengarahan dan bertanggung jawab atas masalah artistik dan teknis dalam pementasan drama, pembuatan film
2.      Produser adalah staf produksi yang pertama kali dalam struktur perencanaan pementasan teater.
3.      Babak merupakan bagian dari lakon drama. Satu lakon drama mungkin saja terdiri dari satu, dua, atau tiga babak.
4.  Adegan adalah bagian dari babak. Sebuah adegan hanya menggambarkan satu suasana yang merupakan bagian dari rangkaian suasana-suasana dalam babak.
5.      Prolog adalah kata pendahuluan dalam lakon drama berisi sinopsis lakon, perkenalan tokoh-tokoh dan pemerannya, serta konflik-konflik yang akan terjadi di panggung.
6.    Epilog adalah kata penutup yang mengakhiri pementasan.berupa kesimpulan atau ajaran yang bisa diambil.
7.     Dialog adalah percakapan antar para pemain.
8.     Monolog adalah percakapan seorang pemain dengan dirinya sendiri.
9.  Mimik adalah ekspresi gerak-gerik wajah (air muka) untuk menunjukkan emosi yang dialami pemain
10.  Gestur adalah gerak-gerak besar, yaitu gerakan tangan, kaki, kepala, dan tubuh pada umumnya yang dilakukan pemain
11. Bloking adalah aturan berpindah tempat dari tempat yang satu ke tempat yang lain agar penampilan pemain tidak menjemukan.
12.  Gait berbeda dengan bloking karena gait diartikan tanda-tanda khusus pada cara berjalan dan cara bergerak pemain.
13.  Akting adalah gerakan-gerakan yang dilakukan pemain sebagai wujud penghayatan peran yang dimainkannya.
14.  Aktor adalah orang yang melakukan akting, yaitu pemain drama.
15.  Improvisasi adalah gerakan-gerakan atau ucapan-ucapan penyeimbang untuk lebih menghidupkan pemeranan.
16.   Ilustrasi adalah iringan bunyi-bunyian untuk memperkuat suasana yang sedang digambarkan.
17.  Kontemporer adalah lakon atau naskah serba bebas yang tidak terikat aturan atau kelaziman.
18.  Kostum adalah pakaian para pemain yang dikenakannya pada saat memerankan tokoh cerita di panggung.
19.  Skenario adalah susunan garis-garis besar lakon drama yang akan diperagakan para pemain.
20.  Panggung adalah tempat para aktor memainkan drama.
21. Layar adalah kain penutup panggung bagian depan yang dapat dibuka dan ditutup sesuai kebutuhan.
22.  Skeneri adalah dekorasi yang mendukung dan menguatkan suasana permainan.
23. Backdrop adalah layar paling belakang. Kain yang dapat digulung atau dinaik-turunkan dan membentuk latar belakang panggung

E.    Struktur Drama
Adapun struktur drama terdiri atas tiga bagian, yaitu sebagai berikut.
1.  Prolog, bagian pendahuluan sebagai pengantar untuk menggambarkan umum tentang pelaku, konflik atau hal yang terjadi dalam drama.
2.      Dialog, bagian percakapan antara dua orang atau lebih yang menggambar isi cerita drama. Drama harus ada penjiwaan emosi dan juga dialog disampaikan dengan pengucapan kata serta volume suara yang jelas. Dalam dialog terdapat tiga bagian lagi.
      a.   Orientasi, bagian memperkenalkan para tokoh, menyatakan situasi cerita, mengajukan konflik yang akan dikembangkan dalam bagian utama cerita.
    b. Komplikasi, bagian pelaku uama menemukan rintangan-rintangan antara dia dan tujuannya, mengalami aneka kesalahpahaman dalam perjuangan untuk menanggulangi rintang-rintangan tersebut.
   c.  Resolusi, bagian titik batas yang memisahkan antara komplikasi dan resolusi, biasanya disebut klimaks (turning point). Pada klimaks terjadi perubahan penting mengenai nasib pelaku utama

3.      Epilog, bagian penutup yang mengakiri suatu pementasan drama. 


F.    Kebahasaan Drama
1.      Kata ganti orang pertama atau orang ketiga.
2.      Menggunakan kata sifat/ adjektiva.
3.      Menggunakan kata kerja/ verba (material, tingkah laku/ mental).
4.      Terdapat dialog/ percakapan (kalimat langsung).
5.      Terdapat ungkapan, peribahasa dan majas( gaya bahasa).

G.    Unsur Intrinsik Drama

1)      Tema adalah gagasan yang menjalin struktur isi cerita. Tema jarang dituliskan secara tersurat oleh pengarangnya. Untuk dapat merumuskan tema cerita fiksi, seorang pembaca harus mengenali unsur-unsur intrinsik yang dipakai oleh pengarang untuk mengembangkan cerita fiksinya. 

2)  Tokoh merupakan pelaku pada sebuah cerita. Tokoh adalah individu rekaan yang mengalami peristiwa dalam cerita.  Jenis tokoh ada 3, yaitu utama, sampingan, dan figuran.

3) Penokohan (perwatakan) adalah cara pengarang dalam menggambarkan dan mengembangkan karakter tokoh-tokoh dalam cerita. Metode yang digunakan untuk menetukan karakter suatu tokoh  ada 2 macam yaitu sebagai berikut.       

a.       Metode analitik adalah metode yang digunakan untuk menetukan karakter tokoh dengan cara memaparkan ataupun menyebutkan sifat tokoh secara langsung, seperti baik hati, jahat, kejam, sabar, rajin, pemalas dan lain-lain.      

b.         Metode dramatik adalah suatu metode yang digunakan untuk menetukan karakter tokoh dengan cara tidak langsung menggambarkan sifat tokoh. Penggambaran tokoh dilakukan melalui, bentuk fisik tokoh, dialog antartokoh, pandangan tokoh lain, tindakan tokoh.

4)      Alur (Plot) adalah cerita yang berisi urutan kejadian, tiap kejadian dihubungkan secara sebab akibat, peristiwa satu disebabkan oleh peristiwa lain atau peristiwa satu menyebabkan peristiwa lain. Dalam membuat alur atau plot penulis harus memperhatikan karakter tokoh yang akan di ceritakan. Biasanya semakin baik karakter tokoh maka semakin besar konflik yang akan timbul. Jenis laur ada 3, yaitu alur maju (progresif), mundur (regresif), dan campuran.

5)      Setting atau latar adalah latar atau tempat kejadian, waktu kejadian sebuah cerita. Setting bisa menunjukkan tempat, waktu, suasana batin, saat cerita itu terjadi.

6)      Sudut Pandang /Point of view adalah posisi pengarang dalam membawakan cerita. Posisi pengarag terdiri atas dua macam, yaitu berperan langsung sebagai orang pertama yang berperan sebagai tokoh utama atau tokoh sampingan. Sudut pandang orang ketiga yang berperan sebagai serba tahu atau pengamat.

7)      Gaya bahasa dalam karya sastra mempunyai fungsi ganda yaitu sebagai alat penyampaian maksud pengarang dan sebagai penyampaai perasaan. Artinya, melalui karya sastra seorang pengarang bukan hanya sekedar bermaksud memberitahukan kepada pembaca mengenai apa yang dilakukan dan dialami tokoh dalam ceritanya, melainkan bermaksud pula untuk mengajak pembacanya untuk ikut merasakan apa yang dilakukan oleh tokoh cerita.

8)      Amanat dan pesan merupakan ajaran moral atau pesan didaktis yang hendak disampaikan oleh pengarang kepada pembaca melalui karyanya. Pesan bisa berupa harapan, nasehat, dan sebagainya. Pesan merupakan hal penting dalam sebuah cerpen, karena dengan pesan yang baik pengarang dapat menyajikan cerita yang baik sehingga tokoh-tokoh dalam ceritanyapun dapat diteladani.

H.    Unsur Ekstrinsik Drama

1)      Latar belakang cerita/ masyarakat merupakan unsur yang mempengaruhi cerpen berupa faktor-faktor di dalam lingkungan masyarakat di mana penulis berada sehingga berpengaruh terhadap penulis itu sendiri. (agama, ekonomi, sosial, budaya, politik, dan lain-lain)

2)      Latar belakang penulis adalah faktor-faktor yang terdapat dari dalam diri pengarang itu sendiri yang memotivasi atau mempengaruhi penulis dalam menulis sebuah cerpen. (agama, ekonomi, sosial, budaya, politik, dan lain-lain)

3)      Nilai-nilai

a.    Nilai moral/ etika, yaitu nilai yang berkaitan dengan akhlak/budi pekerti/susila atau baik buruk tingkah laku.

b.    Nilai sosial/ kemasyarakatan, yaitu nilai yang berkaitan hubungan sosial yang berada di dalam masyarakat.

c.    Nilai budaya, yaitu nilai yang berkaitan dengan adat istiadat/ kebiasaan khas.

d.    Nilai religius/ keagamaan, yaitu nilai yang berkaitan dengan tuntutan beragama.

e.    Nilai pendidikan/edukasi, yaitu nilai yang berkaitan dengan pengubahan tingkah laku dari baik ke buruk(pengajaran).

f.     Nilai estetis/keindahan, yaitu nilai yang berkaitan dengan hal-hal yang menarik/ menyenangkan (gaya bahasa/ idiom/ peribahasa/ majas).

g.    Nilai politis, yaitu nilai yang berkaitan dengan pemerintahan.





Sunber :


Jumat, 19 April 2019

COHTOH BIOGRAFI : BIOGRAFI BILL GATES


BIOGRAFI BILL GATES

Bill Gates merupakan pendiri Microsoft, sebuah perusahaan perangkat lunak terkemuka. Bill Gates duduk sebagai orang terkaya yang menempati peringkat pertama pada tahun 1995—2009 serta tidak termasuk 2008 ketika ia turun ke peringkat tiga. Ia bernama lengkap William Henry Gates III atau lebih dikenal dengan nama Bill Gates dilahirkan pada 28 Oktober 1955, di Seattle, Washington. Ia adalah adalah anak kedua dari tiga bersaudara, kakaknya yang bernama Kristi dan adiknya adalah Libby Ayahnya William Henry Gates adalah seorang pengacara perusahaan yang punya banyak relasi di kota. Sedangkan ibunya Mary Maxwell seorang pegawai First Interstate Bank, Pacific Northwest Bell dan anggota Tingkat Nasional United Way. Bill Gates adalah seorang keturunan bangsa Inggris, Jerman, dan Irlandia. Keluarganya tergolong dalam masyarakat menengah atas. Dalam kehidupan peribadinya, Gates menikah dengan Melinda French pada 1 Januari 1994. Mereka mempunyai tiga orang anak, yaitu Jennifer Katherine Gates (1996), Rory John Gates (1999), dan Phoebe Adele gates (2002).
Bill Gates seorang anak yang cerdas, tetapi dia terlalu penuh semangat. Sifat- sifat tersebut diwarisinya dari sifat-sifat keluarganya yang ambisius, cerdas, dan penuh semangat. Ia dengan mudah melewati masa sekolah dasar dengan nilai yang sangat memuaskan, terutama dalam pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Matematika. Ketika dia berumur 13 tahun, orang tuanya memutuskan untuk membuat perubahan pada dirinya dan mengirimnya ke Lakeside School, sebuah sekolah dasar yang bergengsi khusus bagi anak laki-laki. Sejak sekolah di sana, pada tahun 1968 ia mulai dikenalkan dengan dunia komputer. Dia sangat cepat sekali menguasai BASIC, sebuah bahasa pemograman komputer. Bill Gates juga sering sekali menghabiskan waktunya dengan komputer selama berjam-jam menuliskan program, main game, dan biasa mempelajari banyak hal mengenai komputer.
Pendidikan Bill Gates dimulai di Lakeside School pada tahun 1968. Gates lulus dari Lakeside School pada tahun 1973 dengan mendapatkan nilai 1590 dari total nilai 1600. Kemudian ia melanjutkan pendidikannya di Harvard College. Gates tidak sugguh-sungguh belajar di Harvard, ia banyak menghabiskan waktunya menggunakan komputer sekolah. Kemudian dia memberanikan diri untuk keluar dari Harvard untuk membangun sebuah perusahan.
Setelah keluar dari Havard, Bill Gates mendirikan microsoft ini di tahun 1975 bersama temannya, yakni Paul Allen. Melalui usaha kerasnya, perusahaan yang ia dirikan yang bernama Microsoft Corporation menjadi sukses dan Bill Gates melambung menjadi seorang jutawan. Ia selalu berpikir bahwasannya teknologi akan terus berkembang pesat. Microsoft merupakan sebuah versi dari bahasa pemograman BASIC dan juga Altar 8800 yang disebut sebagai komputer pribadi yang pertama di dunia. Pada tahun 1990, ia sukses meriliskan sistem operasi, tetapi Bill Gates juga mendapatkan reputasi yang tidak baik dalam karirnya tersebut. Ia sering sekali melakukan kesalahan dalam bisnis perangkat lunak tersebut.
Di tahun 1990 ia mendapatkan tuntutan dari Departemen Keadilan Amerika Serikat dengan dakwaan bahwasannya ia telah melakukan monopoli terhadap perusahaan kecil. Pada akhirnya di tahun 2000-an, Bill Gates memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatannya dan ia kembali ke profesi lamanya, yakni sebagai Kepala Peneliti dan Pengembangan Perangkat Lunak di perusahaan yang ia dirikan sendiri, yakni Microsoft Corp.
Pada tahun 2000 Bill Gates dan istrinya telah mendirikan Bill and Melinda Gates Foundation, yang merupakan sebuah yayasan sosial yang memperhatikan pederita AIDS, beasiswa bagi universitas-universitas, dan kepedulian pada dunia ketiga. Para kritikus mengatakan ini merupakan pembuktian terhadap kemarahan banyak orang tentang praktik monopoli, adikuasa perusahaannya, dan beberapa kejahatan yang telah ia lakukan. Akan tetapi beberapa orang yang dekat dengan Bill Gates berkata bahwa ia memang telah lama berencana untuk menyumbangkan sebagian besar hartanya. Pada tahun 1999 koran Washington Post memberitakan bahwa “Gates telah menyatakan bahwa dia memutuskan untuk menyumbangkan $5 milyar kepada organisasi mereka.
Dengan perjuangan dan tekad yang keras kini Bill Gates telah menggapai cita-citanya. Untuk mencapai kesuksesan memang diperlukan pengorbanan dan perjuangan yang berat. Namun, usaha keras dan sikap pantang menyerah Bill Gates telah membuahkan hasil yang dapat ia nikmati saat ini. Berturut turut dari tahun ke tahun hingga saat ini Bill Gates bertengger di posisi atas sebagai salah satu orang terkaya di dunia.
Bill Gates jugu sering mendapatkan penghargaan-penghargaan karena usaha dan kerja kerasnya selama ini, seperti majalah Time menamai Gates sebagai satu dari 100 orang paling berpengaruh pada abad ke-20. Ia juga mendapat penghormatan sebagai Distinguished Fellow ke-20 di British Computer Society. Pada November 2006, ia dan istrinya diberi penghargaan Order of the Aztec Eagle atas aktivitas filantropi mereka di seluruh dunia dalam bidang kesehatan dan pendidikan, terutama di Meksiko, dan tepatnya pada program Un paĆ­s de lectores. Pada Oktober 2009, Gate mendapatkan penghargaan  Bower Award for Business Leadership dari The Franklin Institute atas pencapaiannya dalam bisnis dan aktivitas filantropinya. Pada tahun 2010, ia memperoleh Silver Buffalo Award dari Boy Scouts of America, penghargaan tertinggi untuk orang dewasa, atas jasanya kepada para pemuda. Selain penghargaan-penghargaan tersebut masih banyak juga penghargaan yang lainnya.
Demikian biografi Bill Gates yang dapat dirangkum secara singkat. Di balik kesuksesan Microsoft hingga sebesar ini ada pengorbanan dan tenaga yang dicurahkan sang pendirinya, yaitu Bill Gates. Dengan membaca biografi ini kita dapat mengambil contoh semangat dan  kedermawanan hati seorang Bill Gates. Dalam biografi ini pula kita dapat mengambil pelajaran bahwa bila kita mempunyai keinginan terhadap sesuatu, maka kita perlu mengembangkan keinginan tersebut.
Sumber :


CONTOH BIOGRAFI : BIOGRAFI K.H. ABDURRAHMAN WAHID


BIOGRAFI K.H. ABDURRAHMAN WAHID


Abdurrahman Wahid, atau yang lebih popular dengan sebutan Gus Dur, merupakan tokoh panutan yang sangat dihormati oleh banyak kalangan karena pengabdiannya kepada masyarakat, demokrasi, dan Islam toleran. Selain itu, beliau merupakan Presiden Indonesia ke-4. Beliau dilahirkan di Denanyar, Jombang, Jawa Timur pada 4 Agustus 1940. Beliau adalah putra pertama dari enam bersaudara. Ayahnya bernama K.H. Wahid Hasyim adalah menteri agama pada tahun 1949-1952. Sedangkan Ibunya bernama Hj. Sholehah adalah putri pendiri Pesantren Denanyar Jombang, K.H. Bisri Syamsuri. Istrinya bernama Sinta Nuriyah. Hasil perkawinannya dengan Sinta Nuriyah, mereka dikarunia empat orang anak, yaitu Alissa Qotrunnada Munawaroh, Zannuba Arifah Chafsoh, Annita Hayatunnufus, dan Nayah Wulandari.
Sejak masa kanak-kanak, Gus Dur mempunyai kegemaran membaca dan rajin memanfaatkan perpustakaan pribadi ayahnya. Pada usia belasan tahun beliau telah akrab dengan berbagai majalah, surat kabar, novel dan buku-buku. Di samping membaca, beliau juga hobi menulis, bermain bola, catur dan musik. Hasil dari hobi menulisnya, beliau berhasil menciptakan banyak buku, seperti Gus Dur Bertutur, 90 Menit Bersama Gus Dur, Tuhan Tidak Perlu Dibela, Islamku Islam Anda Islam Kita, dan lain-lain.
Pendidikan dasar Gus Dur didapatkan Jakarta, yaitu di SD KRIS dan akhirnya pindah ke SD Matraman Perwari. Pada tahun 1953, Gus Dur kecil lulus dari pendidikan dasarnya dan melanjutkan pendidikan menengah di Yogyakarta. Beliau masuk ke Sekolah Menengah Ekonomi Pertama (1953-1957). Beliau juga menjadi santri di Pondok Pesantren al-Munawwir Krapyak Yogyakarta dengan menetap di rumah tokoh NU KH. Ali Ma’sum. Pada tahun 1957, beliau menyelesaikan jenjang SMP lalu pindah ke Magelang untuk belajar di pesantren Tegalrejo. Beliau mengembangkan reputasi sebagai murid berbakat dan menyelesaikan pendidikan pesantren dalam waktu dua tahun yang seharusnya ditempuh selama empat tahun.
Pada 1959, Gus Dur pindah ke pesantren Tambakberas di Jombang dan mendapat pekerjaan pertama sebagai guru sekaligus Kepala Madrasah. Pada 1963, Gus Dur mendapat beasiswa dari Deperteman Agama untuk melanjutkan pendidikannya ke Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir. Namun Beliau tidak menyelesaikan pendidikan di sana  dikarenakan kekritisannya tentang sistem pendidikan di Mesir. Meski demikian, semangat belajar Gus Dur tidak surut. Kemudian beliau belajar di Universitas Baghdad. Meskipun awalnya lalai, namun pada akhirnya Gus Dur dapat menyelesaikan pendidikan Di Universitas Baghdad pada tahun 1970. Selanjutnya Gus Dur pergi meneruskan pendidikannya di Universitas Leiden, Belanda lalu ke Jerman, dan Prancis.
Pada tahun 1971,Gus Dur kembali ke Jakarta dan bergabung dengan Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES), organisasi yang terdiri dari kaum intelektual muslim progresif dan soaial demokrat. Pada Musyawarah Nasional tahun 1983, Gus Dur didaulat sebagai Ketua Umum NU, selama masa jabatan pertamanya Gus Dur fokus dalam mereformasi sistem pendidikan pesantren dan berhasil meningkatkan kualitas pesantren. Pada 20 Oktober 1999, MPR melaksaankan sidang dan memilih presiden paru, kemudian beliau terpilih menjadi Presiden Indonesia Ke- 4.
Gus Dur wafat pada hari Rabu,  30 Desember 2009, di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta,  pukul 18.45 WIB pada usia 69 tahun. Beliau dimakamkan secara kenegaraan yang dipimpin langsung oleh Presiden RI di kompleks Pondok Pesantren Tebuireng pada tanggal 31 Desember 2009. Pondok pesantren tempat Gus Dur dimakamkan menjadi maskot Kabupaten Jombang sebagai tempat ziarah yang memiliki daya tarik tidak tertandingi. Bahkan orang-orang yang selama ini berseberangan politik dengan beliau akan cenderung mengagungkan beliau bukan karena prestasi politiknya melainkan karena berkahnya yang diyakini mampu memberikan perlindungan dan rasa aman.
Selain itu, banyak juga Gus Dur juga banyak mendapatkan penghargaan semasa hidup. Pada 1993, beliau menerima Ramon Magsaysay Award, penghargaan cukup prestisius untuk kategori kepemimpinan sosial. Kemudian beliau ditahbiskan sebagai “Bapak Tionghoa” oleh beberapa tokoh Tionghoa Semarang di Kelenteng Tay Kak Sie, Gang Lombok, pada 10 Maret 2004. Pada 11 Agustus 2006, Gadis Arivia dan Gus Dur juga mendapatkan Tasrif Award-AJI sebagai Pejuang Kebebasan Pers 2006. Beliau juga mendapat penghargaan dari Simon Wiethemthal Center, sebuah yayasan yang bergerak di bidang penegakan HAM karena dianggap sebagai salah satu tokoh yang peduli persoalan HAM. Gus Dur memperoleh penghargaan dari Mebal Valor yang berkantor di Los Angeles karena beliau dinilai memiliki keberanian membela kaum minoritas serta masih banyak sekali penghargaan yang beliau dapatkan.
Berdasarkan informasi-informasi di atas, sosok yang biasa kita kenal dengan sebutan Gus Dur ternyata memiliki perjalanan hidup yang menarik untuk simak. Selain itu, beliau memiliki banyak keunggulan yang dimiliki, seperti menulis banyak buku, mendapatkan banyak penghargaan, dan mampu sekolah sampai luar negeri. Oleh karena itu, kita sebagai penerus bangsa ini dapat mengambil hal positif dari kehidupan beliau serta dapat meneladaninya. Sehingga kita dapat meneruskan perjuangan beliau untuk memajukan bangsa ini.

Sumber :

  CONTOH TEKS RAGAM BAHASA   1.       Teks 1 Pada kesempatan yang baik ini marilah kita panjatkan puji syukur kepada Tuhan atas rahmat...